Minggu, 09 Februari 2014

TIADA YANG MUSTAHIL BAGI TUHAN YESUS

Tiada yang mustahil bagi Tuhan Yesus
Tiada yang mustahil bagi Dia
Semua pasti jadi oleh Tuhan Yesus
Tiada yang mustahil bagi Dia

Yang lemah dikuatkan, yang susah dihiburkan
Yang sakit disembuhkan oleh kuasa firman

Tiada yang mustahil bagi Tuhan Yesus
Tiada yang mustahil bagi Dia
Semua pasti jadi oleh Tuhan Yesus
Tiada yang mustahil bagi Dia

BUTUH DIPULIHKAN?

Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu...#ayub42:10.

Hidup terus menerus di dlm penderitaan bukanlah hal yang mudah. Apakah itu menderita karena kemiskinan, penyakit yang tak kunjung sembuh, difitnah orang sehingga hrs masuk ke dlm penjara, dll. Tidak jarang byk orang mengambil jalan pintas dengan mencuri, membunuh, bunuh diri dll, utk mengakhiri penderitaannya.

Tetapi dalam renungan kita hari ini, mengisahkan bagaimana Ayub, seorang yang saleh, jùjur, takut àkan Allah DAN menjauhi segala kejahatan (Ay. 1:1) mengalami berbagai musibah yang beruntun. Kekayaan yang dimiliki Ayub tidak mampu menghindarkan dirinya dari segala kemalangan DAN penderitaan.

Ayub kehilangan anak-anaknya (ay. 1:19), terkena penyakit barah yang busuk dari telapak kaki sampai batok kepalanya (ày.2:7), ditinggal pergi oleh istrinya DAN dikhianati oleh sahabat2nya. Namun dari kesaksian Alkitab sendiri berkata bahwa sekalipun Ayub tidak menyalahkan orang lain, apalagi menyalahkan Tuhan atas keadaan yang menimpanya.

Mungkin ŞA̶̲̥̅̊A̶̲̥̅̊Τ̅ ini kita mengalami musibah DAN kemalangan. Kita ditinggal pergi oleh orang-orang yang kita kasihi, dikhianati oleh sahabat kita. Dikucilkan DAN tidak dianggap. Bahkan kita menganggap bahwa penderitaan yang sdg kita alami tidak kunjung berlalu, sdgkan kita sudah berusaha secara maksimal utk terus bergantung DAN berharap kepada Tuhan. Pertolongan belum juga menghampiri kita DAN akhirnya mulai tidak percaya diri, menyalahkan Keluarga, teman2 DAN bahkan menyalahkan Tuhan.

Tidak ada kata terlambat dalam kamusnya Tuhan. Pertolongan-Nya selalu tepat waktu dalam hidup kita. Kita percaya bahwa Tuhan sanggup menolong dan memulihkan kita, namun ketidak sabaran membuat semuanya seakan tidak adak ada lagi pertolongan. Ayub 42 menjelaskan pada kita, apa rahasia Ayub dipulihkan Tuhan. Mari kita baca, renungkan DAN terapkan agar kita dipulihkan Tuhan juga.
♡†Å♏έN†♡.

PEMERAN UTAMA ATAU PEMERAN PEMBANTU?


“Karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya...” #Ul. 30:16.

Janji Tuhan tidak pernah meleset dalam hidup kita. Selalu tepat sesuai kehendak-Nya. Ia berjanji akan memberkati kita, itu pasti. Memberkati keluarga, usaha, pekerjaan bahkan pelayanan kita. Hal ini juga yang telah dikerjakan TUHAN Allah dalam kehidupan umat-Nya Israel. Ia berjanji akan memulihkan dan menyayangi mereka. Mengumpulkan mereka kembali dari antara segala bangsa. Bahkan sekalipun mereka terserak sampai ke ujung bumi, pasti TUHAN Allah akan mengumpulkan mereka dan masuk ke negeri yang sudah dimiliki nenek moyang mereka (ay. 1-5). Berkat Tuhan mengalir dalam hidup mereka. Tetapi untuk menerima semua apa yang dijanjikan tersebut, kuncinya adalah harus mendengar dan menaati perintah-Nya.

Dalam ayat ini, perintah Tuhan sangat jelas yakni: mengasihi Allah, berjalan sesuai jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya. Ini merupakan harga yang harus kita bayar. Tuhan tidak meminta harta kekayaan yang kita miliki, sekalipun kita memiliki banyak harta. Dalam hal ini, penting untuk disadari bahwa TUHANlah pemilik hidup kita. Jika Dia memberi perintah maka kita harus melakukannya.

Namunpun demikian, kebiasaan manusia sering lupa ataupun memang tidak mengakui keterlibatan TUHAN sebagai pemeran utama dalam keberhasilan atau kesuksesan hidupnya. Menganggap bahwa apa yang sudah dimiliki, baik itu harta kekayaan, pangkat atau jabatan dan yang lainnya didapatkan melalui usaha yang gigih dan kemampuan diri sendiri. Sekalipun TUHAN dilibatkan tetapi hanya sebagai pelengkap atas keberhasilan tersebut dan bukan pemeran utama. Padahal jikalau kita sadari, mengakui ataupun tidak mengakui, semua harta kekayaan, pangkat atau jabatan yang kita miliki adalah kepunyaan Dia. TUHAN mempercayakan kepada kita untuk mengelolah secara maksimal untuk kelangsungan hidup kita selama di dunia.

Oleh karena Dia pemeran utama dalam hidup kita, penting untuk memposisikan TUHAN pada tempat yang tepat dalam hidup kita. Dengan demikian kita pasti akan mendengar perintah-Nya, mengasihi Dia dan berjalan menurut jalan yang dikehendaki-Nya, Amin.

Sabtu, 08 Februari 2014

KESAKSIANKU: SEMUA OLEH KARENA KASIHNYA

Nama lengkapku Nur Nilam Sarumaha.  Biasa dipanggil Nilam.  Saat ini saya menjalani peranku sebagai seorang istri sekaligus mengelolah sebuah usaha online yang saya beri nama Glow's Shop (Glow's Batik) yang menjual aneka busana pria, wanita dan anak-anak, termasuk tas batik, tas rajutan, dll. Sejak menikah Desember 2009, saya sepakat dengan suami, bahwa saya yang akan pindah ke Yogyakarta.  Namun sebelum pindah ke Yogyakarta, saya terlebih dahulu menyelesaikan tugas dan tanggung jawab pelayananku di daerah Curug, Bogor.  Jadi sejak Akhir Agustus 2010, saya sudah berdomisili di Yogyakarta.
Saya terlahir dari keluarga Kristen, anak kelima dari tujuh bersaudara.  Sejak kecil rajin sekolah minggu.  Di keluargaku sendiri, setiap pagi dan malam menjelang tidur selalu ada biston.  Tetapi semua itu saya ikuti oleh karena memang itu yang berlaku dalam keluargaku.  Makna kekristenan sendiri aku tidak mengerti dan pengorbanan Tuhan Yesus yang telah menyelamatkan juga aku tidak pahami.
Setelah menamatkan Sekolah Dasar, saya pindah dan masuk SMTP ke kota lain (SMTP Negeri  I Gunung Sitoli Kab. NIAS).  Tinggal bersama kakak sulungku yang juga kuliah di kota tersebut.  Saya hanya tinggal sekolah, segala kebutuhanku tidak terlalu aku pikirkan karena kakakku selalu menyediakan semuanya.  Namun semuanya berubah sejak saya naik kelas dua.  Kakakku sudah merampungkan kuliahnya dan akhirnya pulang ke rumah (desa Sifaoro’asi kec. Amandaya kab. NISEL).  Tinggallah saya sendiri bersama dengan teman kakakku yang satu kost dengan kami.  Sejak dari sinilah saya merasakan tentang kasih Tuhan dan pertolongan-Nya.

Jawaban Doa dan Awal Pengenalanku akan Dia

                Sejak kakakku pulang kampung tinggallah saya sendiri bersama teman kakakku yang satu kost dengan kami.  Pada masa itu, transportasi masih sangat sulit sekali.  Jangankan ada HP, Pos juga masih sangat sulit menjangkau daerah-daerah pedesaan.  Surat yang saya kirim juga bisa berminggu-minggu bahkan bulanan baru sampai. Tidak jarang, suratku tidak disampaikan kepada keluarga, sehingga saya hanya bisa menunggu dan menunggu.  Makhlum saya hanya titipkan pada supir kendaraan jurusan kampung halamanku.  Jika mereka berbaik hati maka akan di sampaikan ke orang tuaku.
                Suatu hari, kami kehabisan beras.  Bumbu dapur dan minyak kompor juga sudah habis.  Sepeser uang tidak ada ditanganku.  Teman kakakku yang satu kost denganku juga berkata bahwa ia tidak memiliki uang.  Hari pertama saya masuk sekolah dengan tidak makan. Hari kedua demikian juga.  Saya merasa lemah sekali.  Akhirnya dihari ketiga, sepulang sekolah aku merasa sangat lemah dan berasa mau pingsan.  Saya hanya bisa menangis seorang diri.  Teman kakakku yang satu kost dengan kami masih di kantor tempat ia bekerja. Saat itu saya merasa sendiri dan tidak ada orang yang perhatian padaku.  Akhirnya sekitar jam tiga sore, saya bangkit dan mengunci semua pintu. Yang saya lakukan saat itu mencoba berdoa kepada Tuhan Yesus.  Sambil berlutut dan terus menangis, saya mengucapkan doa yang tidak beraturan kepada Tuhan.  Saya memohon kiranya Tuhan mau tolong saya.  Selesai berdoa, saya tertidur dan akhirnya sekitar jam 5 sore pintu rumah kost kami diketuk, aku membukakan pintu, ternyata teman kuliah kakak saya yang datang.  Saat itu ia sangat prihatin melihat keadaanku dan memberi uang untuk beli makanan.  Tetapi saya menolaknya karena saya sudah dipesan terlebih dahulu oleh kakakku untuk tidak menerima uang sembarang orang terkecuali keluarga/family yang saya kenal.  Akhirnya teman kuliah kakakku mengingatkan bahwa saya mempunyai famili di kota tersebut.  Sebelumnya kakakku juga pernah tinggal di sana.  Akhirnya saya diantar kesana dan puji Tuhan saya diterima dengan baik, bahkan mereka menyesalkan kejadian tersebut karena saya tidak secepatnya memberitahukan kepada mereka tentang kondisiku.
                Sejak saat itu saya mulai mengerti arti sebuah doa.  Saya mengerti bahwa Tuhan selalu ada dan mendengar apabila aku  berseru kepadaNya.  Ia selalu menjawab apabila aku meminta sesuatu kepadaNya.  Dan saya sangat bersyukur sekali, sehingga sejak saat itu saya terbuka untuk menyerahkan seluruh hidupku kepadaNya.  Inilah awal dari pengenalanku akan Tuhan dan awal komitmenku untuk melayani Dia.

Penyertaan Tuhan Selalu Tepat Waktu

                Sejak saya mengalami kasih Tuhan dan merasakan pertama sekali dalam hidupku, ada banyak hal yang terus menerus Tuhan perbuat dalam hidupku.  Saat itu saya bercita-cita setelah menamatkan SMTA, maka saya akan melanjutkan ke sekolah tinggi theologi.  Namun ternyata saat itu saya diproses sedemikian rupa sehingga saya harus menunggu sampai 5 tahun baru bisa kemudian meneruskan kuliah.  Saya tidak patah semangat, saya selalu menanti dan berharap bahwa suatu saat pasti saya akan sekolah juga. 
                Akhirnya kesempatan itu tiba dan saya bisa meneruskan sekolah lagi.  5 tahun memang bukan waktu yang singkat namun saya percaya bahwa pertolongan Tuhan itu selalu tepat waktu.  Dari tahun 2000 saya mulai kuliah di Sekolah Tinggi Teologi Agapes Jakarta.  Saat itu, ada kekuatiran dalam diriku bahwa aku tidak akan mampu untuk mengikuti kegiatan kelas, mengingat banyak teman-teman yang baru lulus SMA langsung kuliah.  Tetapi hal itu tidak membuat saya minder, sembari terus berdoa dan berharap kepada Tuhan, saya juga belajar dengan tekun.  Puji Tuhan, karena saya termasuk salah satu mahasiswa yang memiliki indeks prestasi  bagus, pada tahap pertama kuliah, saya sudah mendapatkan sponsor untuk uang kuliah.  Bukan hanya itu saja yang Tuhan sediakan.  Semua kebutuhan saya selalu tercukupi setiap bulannya.  Saya bersyukur, karena saya tidak terlalu membebani kedua orangtuaku untuk biaya-biaya kuliahku. 
                Setelah selesai tahun 2004, saya sebenarnya memiliki kerinduan untuk terus kuliah dan mengambil S-2. Namun kerinduan itu harus tertunda dan belum bisa saya wujudkan. Akhirnya, saya bersama seorang teman, dipercayakan oleh sebuah yayasan Kristen untuk membuka kembali sebuah sekolah yang telah ditutup di daerah curug, Bogor.  Diawal pelayanan kami, kami merasakan betapa sulitnya mendapat kepercayaan dari masyarakat setempat, mengingat Sekolah tersebut ditutup oleh karena sebuah kasus.  Namun kami tidak patah semangat, sembari terus berdoa, kami juga berusaha terus menerus mengunjungi setiap rumah.  Puji Tuhan, dari tahun ke tahun akhirnya  jumlah murid bertambah. Dan pelayanan anak dan orang tua menjadi bagian dari sekolah tersebut.
            Dipenghujung tahun 2009, saya menikah dan harus mengikuti suami yang berdomisili di Yogyakarta. Tugas dan tanggung jawab pelayananku di sekolah, diteruskan oleh teman saya. awal September 2010 saya sudah berdomisili di Yogyakarta. Sejak berdomisili di Yogyakarta, pergumulanku untuk melanjutkan kuliah dijawab oleh Tuhan. Saya kuliah di STTII Yogyakarta. Saya sangat bersyukur menjalani ini semua. Saya bersyukur untuk setiap doa-doa yang Tuhan selalu dengar. Ia memberikan jawaban yang tepat sesuai dengan kebutuhan yang saya perlukan.  Bahkan penyertaan dan pertolonganNya juga tidak pernah terlambat.  SEMUA OLEH KARENA KASIHNYA.
            

Sabtu, 25 Januari 2014

DUNIA BISNIS: "HARAM KAH BAGI ANAK-ANAK TEOLOGI?"

Beberapa waktu yang lalu, saya memposting sebuah gambar dalam sebuah komunitas/group anak-anak teologi. Gambar tersebut adalah sebagai berikut:

Yang membuat saya akhirnya terhenyak dan berpikir adalah tanggapan dari teman-teman. Ada yang mengatakan: “mati lampu,” disambut tawa yang lain. Dan ada juga yang berkata “tak pinjamkan senter pho.” Awalnya saya berpikir hanya gurauan, tetapi makin saya pikir, makin penasaran, apa maksud koment teman-teman saya tersebut.
Hmm, setelah lama merenung akhirnya saya baru menyadari bahwa hal itu ada kaitannya dengan sesuatu yang sedang saya kerjakan akhir-akhir ini. Saya memang sedang belajar di sebuah sekolah tinggi teologi, tetapi juga saya mengelolah sebuah bisnis online. Dari respon teman-teman saya tersebut, berhasil membuat saya terhenyak dan berpikir: “Apakah saya yang tidak berkaca dengan status saya atau apa?”  Apakah seorang anak teologi seperti saya HARAM melakukan bisnis online? Bukankah koment2 tersebut secara tidak langsung berada dalam posisi “sedang menghakimi.” Apakah seorang hamba Tuhan tidak boleh melakukan bisnis?

Walaupun sedikit agak terganggu, namun juga tidak menyalahkan. Mungkin saja saya yang terlalu melebih-lebihkan, padahal teman-temanku tidak bermaksud demikian. Saya hanya ingat motto hidupku: “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” (Kolose 3:23).

Harus diakui kebanyakan orang Kristen memandang dunia bisnis sebagai “dunia kotor”, yang penuh dengan trik tipuan. Apalagi jika orang Kristen yang notabene mengecap pendidikan di sekolah teologi. Dunia bisnis adalah Cap "Haram" bagi orang-orang yang pernah atau sedang belajar teologi...^^ Dunia bisnis dipandang sebagai sebuah aktivitas tanpa makna dan tidak berkorelasi dengan panggilan kristiani. Dunia bisnis ditempatkan ke dalam wilayah yang ”terisolasi” dari iman Kristen.

Yang menjadi pertanyaan saya: "HARAMKAH DUNIA BISNIS BAGI ORANG YANG MENGECAP PENDIDIKAN TEOLOGI?"

Minggu, 25 Maret 2012

GALAU


    Istilah  “galau” akhir-akhir ini ngetrend banget.....istilah ini dipakai sebagai slogan di beberapa layanan atau iklan.  Semisal: “Coca cola....teman di saat galau” atau IM3 dengan anti galau, Kartu As dengan bebas galau, dll.  Istilah ini sangat terkenal di kalangan anak muda ....hmmm.   tapi tau nggak sih apa itu galau.....Mengapa tiba-tiba seseorang mendadak galau....... Apa sih akibatnya klu hati lagi galau......
    Kamus Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa istilah galau sebenarnya identik dengan arti risau, kacau, bingung, kuatir dll. Galau merupakan situasi yang  mencerminkan pikiran yang sedang kacau dan tidak karuan. Kondisi dimana seseorang memikirkan sesuatu secara berlebihan dan tidak mendapat kepastian untuk hasil akhir akan apa yang sedang dinantikan atau diharapkan. 
    Seseorang mengalami kegalauan pasti ada faktor X nya. Berikut ini beberapa faktor yang sering menjadi penyebab kegalauan antara lain:
1. Galau Pekerjaan
    Salah satu penyebab kegalauan adalah pekerjaan.  Ada orang yang berkata bahwa pekerjaan dapat membuat galau....tetapi akan lebih galau lagi kalau tidak memiliki pekerjaan......bener nggak...:).....Kebanyakan orang yang tidak bekerja mengalami kegalauan yang luar biasa.  Apalagi klo mengingat Firman Tuhan yang berkata: “Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan” (2Tes 3:10). Wah, gimana ga bikin galau...ini merupakan peringatan keras dari Bapak Paulus supaya kita mau bekerja dan tidak hanya ongkang-ongkang kaki.  Kalau kita bekerja keras, tentunya kita telah mencontoh Tuhan Yesus yang sebagian besar hidupnya adalah sebagai seorang tukang kayu untuk membantu Yusuf, bapaknya. Tetapi kalau tidak bekerja...maka kita seharusnya ga boleh makan.......gimana galau kan??
2. Galau Finansial
    Selain galau pekerjaan, ada juga yang namanya galau finansial.  Dapat dikatakan bahwa galau secara finansial dirasakan oleh semua orang.  Tidak memandang kecil-besar, tua muda  pasti mengalami yang namanya galau finansial, sekalipun dalam mengekspresikannya selalu berbeda tiap-tiap orang.  Kalau keuangan sudah menipis, mulai galau deh....mikirnya macem-macem dan mulai ada ketakutan.  Padahal dalam Matius 6:25 dikatakan: ”Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”  So...mengapa kita harus galau kalau Tuhan kita yang maha kaya mampu mencukupkan segala kebutuhan keperluan kita...?
2. Galau cinta
    Dapat dikatakan bahwa galau ini adalah "the origin of galau".  Bahkan disebut-sebut sebagai awal munculnya istilah galau. penyebab galau jelas masalah percintaan, sama seperti yang di alami Amnon terhadap Tamar (2 sam. 13).  Amnon sangat mencintai Tamar, namun permasalahannya Tamar adalah adik tiri Amnon....so Amnon mengalami yang namanya kegalauan cinta.
    Kegalauan yang dialami seseorang pasti ada efek buruknya deh.  Orang yang lagi galau pekerjaan pasti efeknya ga boleh makan kata rasul Paulus sih.  Yang jelas kalo ga kerja ya nggak bisa makan.  Coba dipikir deh, mo pake apa untuk beli makanan.  Orang yang lagi galau finansial pasti bawaannya uring-uringan mulu.....dan orang yang lagi galau cinta lebih dahsyat efeknya.  Seseorang yang galau cinta, bisa berakhir dengan pemerkosaan (seperti Amnon terhadap Tamar), Pembunuhan (seperti Daud terhadap Uria, suami Batsyeba) atau bunuh diri (yang ini karena kegalauan tingkat tinggi).
    Untuk  menghadapi rasa galau, Coba deh anti galau berikut ini:
1.    Rajinlah Berdoa, karena doa mampu mengubah segala sesuatu.
2.    Tetaplah bersyukur dalam segala hal (I Tes. 5:18).  Karena ketika kita bersyukur, kita memandang kesulitan dan tantangan dalam konteks tujuan kehidupan.
3.    Jangan lupa, tetaplah bersuka cita, dan...
4.    Tetaplah berpegang penuh pada janji Tuhan;  di dalam Dia ada pengharapan yang pasti, karena itu jalani harimu dengan sukacita!
Gimana....Bebas galaukan???.....^_^

God Bless You Always...:)

Kamis, 22 Maret 2012

SERANGGA TOMCAT (Rove Beetle)

Apa sebenarnya serangga tomcat yang meresahkan itu? Maraknya pemberitaan tentang korban serangga tomcat membuat orang penasaran tentang kumbang tomcat / kumbang rove (rove beetle) ini.  Di beberapa wilayah Indonesia, serangga tomcat sering kali disebut semut kanai atau semut kayap. Kumbang ini sejatinya merupakan spesies kumbang Paederus fuscipes.  Masyarakat menyebutnya tomcat, mungkin karena bentuknya sepintas seperti pesawat tempur Tomcat F-14. 
    Serangga tomcat ini masuk dalam genus Paederus dari keluarga Staphylinidae (kumbang rove) dan ordo Coleoptera (kumbang). Genus Paederus memiliki beragam species, antara lain: Paederus alfierii, Paederus austriacus, Paederus brasiliensis, Paederus crebinpunctatus, Paederus cruenticollis, Paederus fusca, Paederus fuscipes, Paederus littoralis, Paederus melampus, Paederus sabaeus. Kandungan racun serangga tomcat berupa pederin pada tubuh serangga tomcat ini mampu menimbulkan luka melepuh yang disebut dermatitis paederus.
    Serangga tomcat ini rata-rata panjangnya 1 cm, bertubuh lunak, bentuk tubuh memanjang. Badannya berwarna kuning gelap di bagian atas, bawah abdomen dan kepala berwarna gelap. Serangga tomcat memiliki sayap yang sangat pendek sehingga setengah dari perut mereka tampak terbuka. Bentuk sayap ini yang membuat serangga tomcat terbang dengan cara unik yaitu secara vertikal. Biasanya, kumbang ini terlihat merangkak di kawasan sekeliling dengan menyembunyikan sayapnya dan dalam sekali pandang ia lebih menyerupai semut. Apabila diganggu kumbang tomcat akan menaikkan bahagian abdomen sehingga terlihat seperti kala jengking untuk menakuti musuh.
    Sebenarnya serangga tomcat adalah sahabat baik petani, karena kumbang tomcat ini merupakan predator/pemangsa dari hama wereng.  Namun perlu mewaspadai serangga ini karena bila terkena cairan tubuhnya yang mengandung racun, maka dampaknya cukup mengerikan pada kulit.  Cairan tubuh Tomcat yang disebut Hemolimfi mengandung toksin yang bernama paederin. Toksin inilah yang disebut 12 kali lebih berbahaya dari bisa ular kobra. Toksin ini juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan mata.
    Bila terkena cairan beracun Tomcat, kulit akan bereaksi seperti terkena cacar air. Akan timbul bercak merah, kemudian bengkak. Selain rasa gatal, penderita juga akan merasakan panas seperti terbakar. Jika dibiarkan lebih lama tanpa penanganan, maka akan timbul borok seperti luka bakar dan dapat menimbulkan infeksi.
    Untuk itulah sangat penting untuk melakukan pertolongan pertama yang benar pada penderita gigitan Tomcat.   Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Tjandra Yoga Aditama, mengimbau masyarakat untuk tidak perlu resah. ''Jika bertemu serangga jenis ini, jangan disentuh apalagi dibunuh dengan cara dipencet. Ini agar racun tidak mengenai kulit. Lebih baik diusir saja atau dibuang ke tempat yang aman,''' ujarnya.
    Jika terkena serangga ini, maka disarankan untuk segera mencuci bagian tubuh yang bersentuhan dengan serangga tersebut dengan menggunakan air dan sabun. Juga bisa menggunakan antiseptik. ''Jika dampak racunnya masih ada, segera ke klinik atau dokter terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,'' tambahnya.
    Beberapa tips yang dapat menolong kita dalam menghadapi  serangga Tomcat  antara lain:
1.    Jika ada menemukan serangga ini, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit.
2.    Masukkan ke dalam plastik dengan hati-hati, terus buang ke tempat yang aman. Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka.
3.    Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang ini masuk.
4.    Tidur menggunakan kelambu jika memang di daerah anda sedang banyak masalah ini.
5.    Bila serangga banyak sekali, maka dapat juga lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia.
6.    Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit kita.
7.    Bila kumbang ini berada di kulit kita, singkirkan dengan hati-hati, dengan meniup atau mengunakan kertas untuk mengambil kumbang dengan hati-hati.
8.    Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Bila menemui, segera dimatikan dengan menyemprotkan racun serangga. Singkirkan dengan tanpa menyentuhnya.
9.    Segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini.
10.    Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

Setelah kita mengenal serangga tomcat ini, tentunya kita lebih siap menghadapinya khan?